Tak Ikut Mencoblos Karena Tak Terdaftar
Banyak warga Indonesia yang bernasib sama dengan saya di hari Pemilu ini: Tak nyontreng karena tak terdaftar. Memang jarak kota Bonn tempat saya tinggal dengan Frankfurt hanya 1 1/2 jam perjalanan KA. Tetapi kalau dijumlahkan dengan macam-macam maka ke Frankfurt butuh sehari untuk bulak balik, plus mesti bawa dua anak karena sedang liburan sekolah, plus mesti naik kereta api, aduh repotnya! Mana saya lagi sakit flu dan batuk-batuk sejak beberapa hari. Coba kalau lewat pos jauh lebih praktis.
Akhir tahun lalu saya sudah protes ke Konjen Frankfurt, minta supaya nama saya dicantum di daftar pemilih. Mereka berjanji akan merevisi daftar lama. Mereka menggunakan daftar nama pemilih Pemilu lima tahun yang lalu! Jadi, daftar pemilih yang dikeluarkan Konjen Frankfurt sekarang ini dalah daftar yang tidak up to date. Sangat disayangkan karena banyak sekali pemilih 'matang' yang hendak memilih tidak terdaftar, baik di dalam maupun luar negeri.
Kalau memperhatikan laporan teman-teman dari Face Book saja, terlihat, betapa KPU tahun ini kacau. Selain banyak yang tidak terdaftar, banyak pula yang satu nama tercetak beberapa kali dengan alamat yang berbeda-beda atau malah tercantum beberapa alamat padahal nama penghuninya salah... Daftar penuh dengan nama Siluman! Salah satu teman saya di Jerman bercerita, suaminya yang sudah almarhum dapat kertas pemilu on time! Orang mati mesti memilih, orang masih hidup nggak terdaftar. Lucu bukan?
Anyway, selamat memilih untuk teman-teman yang ikutan nyoblos. Bagi yang tidak, selamat makan nasi timbel komplit!!!
Ketika saya berada 4 minggu di Indonesia kemarin, banyak yang berkata frustasi begini:
"Serba salah. Kalau saya memilih, maka suara saya adalah semata-mata untuk menentukan nasib seorang caleg, bukan untuk menentukan nasib rakyat. Sedangkan kalau tidak memilih, maka saya merasa rugi tidak menggunakan hak pilih saya sebagai seorang warga negara yang ingin mensukseskan demokrasi di Indonesia."

0 comments:
Post a Comment