Perjalanan 1: Transit di Dubai
Sejak kemarin saya berada di tanah air tercinta. Rencana akan tinggal kali ini untuk sekitar empat minggu. Setengah liburan, setengah bekerja yang ada hubungannya dengan urusan hubungan kerjasama antara Universitas Bonn (khususnya jurusan Asia Tenggara) dan beberapa universitas di Indonesia.
Biasanya kalau ke Indonesia saya menggunakan pesawat Lufthansa atau Singapore Airlines. Tetapi kali ini untuk pertamakalinya saya menggunakan pesawat Emirat. Rutenya: Frankfurt-Dubai-Jakarta.
Jadi, transit pertama adalah di lapangan terbang Dubai. Betapa saya kaget begitu sampai di lapangan terbang Dubai ini. Kok kebanyakan orang-orang yang bekerja di lapangan terbang Dubai yang megah ini orang-orang Asia. Yang saya lihat terutama orang-orang India, Indonesia, Filipina. Ada juga Korea dan China. Mereka semua berbahasa Inggris dengan baik. Jarang sekali saya lihat orang-orang Arab di sana.
Atau mungkin karena transit saya di Dubai tengah malam, maka yang saya lihat manusia-manusia Asia? Sedangkan orang-orang Arabnya sedang pada tidur??
Tapi saya kira, karena Dubai itu negara kaya dan membutuhkan banyak tenaga kerja dari luar, maka masuk akal juga banyak orang Asia yang mencari kerja di sana.
Ketika saya melanjutkan perjalanan dari Dubai menuju Jakarta, wah boleh saya katakan 75% penumpangnya adalah orang Indonesia. Terutama para tenaga kerja Indonesia (TKI) yang pada pulang dari negara-negara Timur Tengah dan dari Dubai sendiri. Mereka kebanyakan perempuan dan banyak diantara mereka yang berbicara bahasa Sunda (bahasa asli saya). Mereka tampak bahagia dan mengobrol ramai sekali dengan teman-temannya. Banyak diantara mereka sebenarnya yang baru kenal satu sama lain di lapangan terbang Dubai.
Pesawat Emirat dari Jerman sampai Jakarta penuh terus. Tak ada satu kursi pun yang kosong. Rahasianya? Selain pesawat dan servisnya yang hebat, tiket pesawat Emirat juga termasuk murah. Di Jerman sendiri pesawat Emirat sangat disenangi.

0 comments:
Post a Comment