Berita Duka dari Keluarga Mbak Sipon, isteri aktivis dan penyair Wiji Thukul
Hari ini saya mendapat kabar duka dari Solo tentang meninggalnya ibu Mbak Sipon (atau mertua Wiji Thukul). Semoga arwahnya diterima di sisi yang Maha Kuasa. Amin. Belasungkawa dan solidaritas saya ditujukan khususnya kepada Mbak Sipon. Semoga tabah dan diberi kekuatan tambahan dalam melanjutkan hidup dan membesarkan anak-anaknya. Harapan kita semua tentunya semoga pula keberadaan Wiji Thukul akan segera diketahui.
Isi berita:
Teman-teman,
Ibu kita yang satu ini adalah salah satu penjaga moral yang utama mbak Sipon dan anak-anaknya dalam menghadapi hidup. Mendiang telah menjalankan peran Ibundanya dengan luar biasa. Mendiang telah menunaikan tugas mulianya.
Beliau akan beristirahat dengan tenang dan bahagia.
Hari ini, beliau meninggalkan keluarga mbak sipon, yang telah lebih dulu ditinggalkan suami tersayangnya, Wiji Thukul.
Hari ini, 11 tahun lalu, mugi, aan dan nezar diculik kopassus. sehari sebelumnya, jati, riza dan herman juga diculik. bahkan Herman belum kembali hingga hari ini.
Beberapa yang lain, Suyat, Bimo, Thukul dan yang lain, masih hilang tak terjejak.
Dan jangan lupa, salah satu orang yang bertanggung jawab atas kekejian ini kini menjadi calon presiden atau wakil presiden.
Prabowo Subianto, Letnan Jenderal mantan Danjen Kopassus itu membawa panji2 kesejahteraan sosial dan kejayaan indonesia raya. Sebuah slogan Nasionalisme yang dulu juga diteriakkan Adolf Hitler, Benito Musolini dan Fasisme jepang dalam menghadari sekutu!
Never forget!
Mugiyanto
Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia - IKOHI
Indonesian Association of Families of the Disappeared
A member organization of the Asian Federation against Involuntary Disappearances - AFAD
Jl. Kalasan Dalam No. 5, Pegangsaan, Jakarta Pusat 10320
Telp/Fax: +62-21-3157915
Email: kembalikan@yahoo.com, Web: www.ikohi.blogspot.com
INDONESIA

1 comments:
salam duka dari Pontianak. Membaca kabar duka ini membuat saya merasa perlu mengutipkan kembali kalimat si anak hilang, wiji, "cuma ada satu kata, lawan!"
dan semoga kematian yang datang, disusul warna terang bagi sesiapa saja yang ditinggalkan.
salam
Pay Jarot Sujarwo
http://www.payjarotsujarwo.com
Post a Comment