Menuju ke Jaman Kemunduran Kembali?
Baru saja saya sampai di rumah. Kemudian saya buka email Inbox. Begitu membaca judul tulisan artikel dari Pak Ibrahim Isa "Buku John Roosa Mau Dipasung", langung dada saya ini berdetak dan kepala bergeleng, tidak percaya.
Saya lanjutkan membaca artikel sampai selesai. Maka saya pun berucap: "Masya Allah, masih beginikah tingkat intelektualitas Kejaksaan Agung di Tanah Air tercinta"? Masih pantaskah dilakukan sistem bredel buku ilmiah di abad ke-21 ini? Hidup di alam reformasikah atau di alam Orde Barukah Indonesia Tanah Airku saat ini?
Hanya rentetan pertanyaanlah yang mampu keluar dari pikiranku terhadap respon berita yang sungguh bagaikan di jaman jahiliyah (jaman kegelapan) dan jaman kemunduran.
Pertanyaan lainnya terus mengalir: Akan dikemanakan generasi muda bangsa Indonesia, kalau yang namanya buku ilmiah pun tak boleh dibaca tunas bangsa? Masihkah bangsa kita akan terus memelihara budaya beropini homogen, berpendapat seragam, seperti sebelum ini? Sulitkah membuka mata dan dada untuk berani menerima suatu argumentasi yang baru, yang lain? Patutkah mereka-mereka yang di atas terus merasa takut akan terbukanya suatu kebenaran (the truth), apalagi yang pahit adanya?
Kebetulan buku John Roosa ini pernah saya pegang dan buka-buka di tempat Pak Umar Said minggu lalu. Belum sempat membacanya, tetapi niat hati akan mencari dan membeli sendiri. Sekarang, setelah dilarang terbit, tambah tinggi minat saya untuk segera memiliki dan membacanya.
Saya kira, manusia Indonesia jaman reformasi ini kebanyakan tidak bodoh. Mereka malah akan semakin penasaran untuk membaca buku yang dilarang terbit oleh pemerintah, padahal sebelumnya mungkin mereka sendiri tidak mengetahui adanya buku dari John Roosa ini.
Internet sudah jadi jaringan dunia. Informasi apa pun tidak bisa lagi disembunyikan. Orang akan semakin penasaran dan berusaha mencari tahu tentang pertanyaan: Mengapa dibredel? Bagaimana sebenarnya isi buku tersebut? Mengapa pemerintah Indonesia ketakutan sekali dengan isi buku tersebut? Adakah kebenaran pahit memang dikandung dalam buku tersebut? Apakah pemerintah (Jaksa Agung) ingin menyembunyikan sesuatu sehingga generasi Indonesia berikutnya tetap gelap buta dalam topik yang dikupas buku? Bagaimanakah argumen-argumen John Roosa dalam mengungkapkan isi buku? Dan lain-lain. Dan lain-lain. (yanti)

0 comments:
Post a Comment