Grup Paduan Suara "Wakhu Bim" Merebut Medali Emas
Tulisan ini mestinya saya turunkan bulan Agustus lalu. Percis setelah saya menyaksikan penampilan memukau grup paduan suara "Wakhu Bim" dari Jayapura di kota Bonn, Jerman. Tetapi karena terpotong liburan dan foto-foto Wakhu Bim baru saya susun, sehingga tulisan pun baru bisa saya rangkai sekarang.
Sebelumnya saya tidak mengetahui sama sekali tentang keberadaan grup paduan suara "Wakhu Bim" yang sedang berada di Eropa musim panas tahun ini. Tetapi kemudian teman saya yang bernama Daniel Peter mengirim saya sebuah email yang memberitahukan tentang rencana penampilan grup Wakhu Bim di kota Bonn. Daniel adalah juga seorang mahasiswa saya, study S2 jurusan Asia Tenggara di Universitas Bonn. Dia seorang 'Indonesia-Jerman': ibunya dari Irian Jaya dan ayahnya dari Jerman. Namun lahir dan dibesarkan di Jerman.
Kedatangan grup paduan suara Wakhu Bim di kota Bonn, Jerman, percisnya adalah hari Minggu, tanggal 3 Agustus 2008. Tampil di esok harinya, Senin, 4 Agustus. Grup paduan suara dari Jayapura ini sedang berada di Eropa dalama rangka mengikuti kejuaraan Olimpiade Paduan Suara Dunia yang diselenggarakan di kota Graz, Austria, pada bulan Juli. Tidak tanggung-tanggung, medali emas pun mereka raih untuk kategori lagu-lagu rakyat, mengalahkan puluhan kelompok paduan suara dari berbagai negara lainnya di dunia. Jumlah keseluruhan peserta Wakhu Bim cukup besar besar, yaitu 51 orang (termasuk penyanyi dan penabuh musik). Ketika tampil mereka berpakaian batik bermotif warna hijau, celana panjang hitam, dan kepala berhiaskan topi khas dari Irian Jaya. Instrumen musik yang digunakan semuanya musik tradisional yang berdominasikan alat musik perkusi.
Penampilan grup Wakhu Bim di Bonn tadinya akan diselenggarakan di sebuah gereja yang letaknya di luar pusat kota. Tetapi rencana ini kemudian dengan spontan dibatalkan sendiri, karena baik Daniel maupun saya lebih ingin membawa mereka ke pusat kota Bonn, yang sekaligus juga sebagai pusat perbelanjaan dan tempat nangkring orang-orang. Saya bilang ke Daniel, lebih baik grup paduan suara yang telah membawa harum nama Indonesia ini ditampilkan di tempat terbuka yang strategis, sehingga banyak dikunjungi orang. Dengan demikian, sekaligus pula para peserta Wakhu Bim bisa mengenal suasana kota Bonn dengan lebih baik. Rupanya grup Wakhu Bim dan para pendampingnya pun lebih menyukai ide spontan ini.
Betul juga! Ide perubahan tempat tersebut berhasil gemilang. Mereka tampil percis di halaman luas bebas kendaraan 'Munsterplatz', dikelilingi pertokoan dan bangunan-bangunan tua bersejarah. Tampil dengan sedikit membelakangi bangunan gereja tua di pusat kota dan menghadap bangunan lama yang sekarang dipakai sebagai Kantor Pos pusat kota Bonn, serta di depannya bertengger patung besar komponis ternama kelahiran Bonn, Beethoven.
Ratusan penonton dengan terkesima menyaksikan penampilan grup Wakhu Bim. Tua, muda dan anak-anak. Para penonton bahkan banyak yang ingin membeli CD-nya saat itu juga, tetapi Wakhu Bim belum memproduksi CD. Namun saya harap sekali kalau Wakhu Bim memang dengan segera bisa mendapat kesempatan masuk dapur rekaman! Ada beberapa penonton Jerman yang turut menari dari awal sampai akhir pertunjukkan, karena memang pilihan lagu-lagu Wakhu Bim banyak yang riang gembiaranya juga, apalagi dengan diiringi tabuhan musik perkusi yang bagus sekali. Dengan spontan pula saya mendampingi Daniel Peter menjadi semacam 'MC'-nya, dengan berbahasa Jerman (tentu saja!) memperkenalkan grup Wakhu Bim dan lagu-lagu yang akan mereka nyanyikan.
Di kota Bonn Wakhu Bim tampil sampai malam. Para penonton pun tidak ada yang beranjak dari tempat sampai kelompok paduan suara yang sangat memukai ini mengakhiri penampilan mereka. Penampilan yang sangat berhasil. Hari itu juga nama Indonesia dan Irian Jaya kembali terdengar di telinga orang-orang Jerman di Bonn.
Beberapa minggu di Eropa dan jarang makan nasi, setelah selesai tampil, kelompok Wakhu Bim pun dibawa ke sebuah restoran Asia yang ada nasinya... Beberapa uang tambahan mereka peroleh dari para penonton yang dengan suka rela menyumbangkan beberapa Euro untuk uang jajan Wakhu Bim di Bonn. Sayangnya saya harus terus pulang, tak bisa mendampingi Wakhu Bim makan malam di restoran, karena saya harus mengepak barang sebelum terus berangkat berlibur ke Paris esok harinya bersama keluarga saya.
Selain di Austria, kelompok Paduan Suara Wakhu Bim juga mendapat kesempatan tampil di beberapa negara Eropa lainnya, seperti di Denmark dan Belanda, termasuk penampilan mereka di Radio Belanda di Hilversum.
- yanti -
----------
Berikut dua berita tambahan tentang Wakhu Bim dari Radio Nederland dan website pemerintah Irian Jaya:
----------
Paduan Suara Wakhu Bim
11-08-2008
Paduan Suara Wakhu Bim dari kota Jayapura, Papua, berkunjung ke Radio Nederland Wereldomroep di Hilversum, Belanda. Simak gambar dan alunan lagu kelompok yang meraih medali emas kategori etnis, dalam perlombaan paduan suara internasional di Graz, Austria.
http://www.ranesi.nl/spesial/albumfoto/paduan_suara_papua
---------------
Wakhu Bim Choir Rebut Emas di Austria
2008 Jul 23 • Kategori: Umum
JAYAPURA – Paduan suara Wakhu Bim Choir, mengukir tinta emas dengan merebut medali emas dalam olimpiade paduan suara dunia di Graz, Austria. Tampil dengan 38 orang penyanyi dan 6 musisi dibawah komando conduktor Aris Sudibyo, Wakhu Bim Choir menorehkan sejarah dalam kategori lagu rakyat.
Sementara untuk paduan suara asal Papua lainnya, yakni Gema Cenderawasih Uncen dan Paduan Suara Anak-Anak Yayasan Pendidikan Jayawijaya Timika,memperoleh medali perak dalam kategori yang sama. Hal demikian sebagaimana dikemukakan Staf Ahli Gubernur Hubungan Internasional, Ronald Tapilatu, saat dihubungi wartawan melalui via telepon selulernya.
Ronald yang ikut mendampingi tim Papua di Austria mengatakan keberhasilan Wakhu Bim Choir diraih atas kerja keras paduan tim yang berlatih selama 8 bulan. Karena kemenangan ini, lanjut Ronald, paduan Suara Wakhu Bim diundang untuk tampil mengisi acara konser pembukaan symposium choral music dunia di kopenhagen denmark yang akan dilangsungkan 23 s/d 27 Juli mendatang. Setelah itu, Wakhu Bim akan menghadiri undangan untuk konser musik tradisional di Rijswijk Houtan dan Friesland Belanda serta wuppertal Jerman.
Untuk diketahui, olimpiade paduan suara di Austria diikuti 93 negara. Penerima medali emas terbanyak adalah Cina, disusul Austria, Rusia, dan Indonesia ditempat keempat serta Afrika Selatan. Indonesia mengikutsertakan 32 peserta dan meraih 8 buah medali. Tim paduan suara lainnnya, yang turut menyumbangkan medali emas, yakni paduan suara asal Provinsi Gorontalo untuk kategori 28 dan Paduan Suara Manado untuk kategori pria. Sementara Paduan Suara LPPD Manokwari mendapat diploma perak (bukan medali perak) dalam kategori yang berbeda, yaitu kategori musica sacra.
http://bikda.papua.go.id/2008/07/23/wakhu-bim-choir-rebut-emas-di-austria.html

0 comments:
Post a Comment