Menikmati Musim Panas di Tepi Sungai Rhein sambil Bermain Musik
Setiap tahun berbagai hal dilakukan masyarakat Jerman dalam rangka menikmati udara hangat dan cerah di musim panas. Ada yang duduk-duduk di luar cafe sambil mereguk minum kopi dan mengobrol, ada yang sekedar duduk-duduk di lapangan berumput terbuka sambil membaca buku, ada yang bersepeda di sepanjang sungai Rhein yang panjang, dan lain-lain. Dan tentu saja banyak juga yang pergi ke luar negeri untuk menghabiskan masa liburan mereka.
Awal musim panas tahun ini, sekitar pertengahan bulan Juli, saya berkesempatan bergabung dengan sekelompok anak-anak muda Jerman yang memiliki hobby main perkusi atau jenis musik gendang lainnya. Kami sama-sama duduk-duduk santai di tepi Sungai Rhein di sore hari sambil bermain musik sesuai dengan improvisai masing-masing tapi ada keharmonisan.
Kebetulan yang menjadi pemimpin informal grup musik 'Trommel' ini adalah seorang Indonesia yang juga berasal dari Jawa Barat dan sudah lama tinggal di Bonn. Namanya Sanusi. Seorang mahasiswa saya yang bernama Agnes dan berdarah Polandia telah lama bersahabat baik dengan Sanusi. Dan Agnes inilah yang memperkenalkan saya dengan Sanusi dan grupnya sore itu. Ini lucu juga: dua orang Sunda di Bonn diperkenalkan oleh seorang Polandia di Jerman.
Bagi saya, selain bermain musik itu sendiri, menarik juga memperhatikan anak-anak muda yang kebanyakan usia 20-an ini atau kira-kira usia mahasiswa. Kebanyakan dari mereka sedikit berkesan hippy. Rambutnya panjang-panjang dan dipritil keriting. Pakaiannya khas dengan blus atas dan celana panjang yang berkain tipis. Mirip para turis di Bali. Kadang beberapa diantara mereka menghisap rokok yang dilinting sendiri dan kadang asapnya sedikit berbau 'khas'. Tapi mereka kalem-kalem orangnya dan cukup sopan.
Sambil bermain musik dan sedikit diselingi mengobrol, kami sekalian berpiknik juga. Masing-masing membawa minuman (air, coca cola, sprite, dsb.) dan makanan kecil, serta buah-buahan. Yang tidak sempat membawa makanan dan minuman, kalau lapar dan haus ikut pula dapat jatah dari temannya. makanan dan minuman, serta alat musik cukup diangkut dengan sepedanya masing-masing. Tidak ada yang bermobil. Ada juga yang tidak bersepeda dan persediaan cukup diangkut dalam tas ransel.
Rupanya kalau di musim panas, matahari lambat sekali untuk terbenam. Dan inilah keistimewaannya musim panas: Hari-hari menjadi panjang sekali! Sudah jam sembilan malam pun tetap saja terang benderang. Sore itu permainan musik perkusi kami pun berlangsung berjam-jam sampai langit gelap sekali. Kalau sudah gelap semua harus bubar. Ini peraturan di Jerman. Kalau melanggar, polisi akan datang!

0 comments:
Post a Comment