Ibu Pertiwi
Ibuku bernama Pertiwi
Usianya telah 63
Anak cucunya 220 juta
Setengahnya miskin menderita.
Perut Ibu tambah kempis.
Isinya terus dikuras habis.
Dijual ke tuan-tuan yang bengis.
Demi buncit perut Bapak-Bapak sendiri.
Saputangan Ibu berwarna merah-putih
Basah dipenuhi air mata kegelisahan
Karena anak cucu terus tersiksa
Terjepit dalam ratapan kehidupan
Tak habis-habis Ibu bertanya:
Mengapa harga pendidikan anak-anak bertambah mahal?
Mengapa anak cucu yang perempuan nekad menjaja harga sebagai TKW perah?
Sementara Tuan dan Bapak berhongkang kaki asyik berkorupsi.
Beronani dengan tangan-tangan jahilnya sendiri.

0 comments:
Post a Comment