Wednesday, August 27, 2008

Ibu Pertiwi


Ibuku bernama Pertiwi
Usianya telah 63
Anak cucunya 220 juta
Setengahnya miskin menderita.

Perut Ibu tambah kempis.
Isinya terus dikuras habis.
Dijual ke tuan-tuan yang bengis.
Demi buncit perut Bapak-Bapak sendiri.

Saputangan Ibu berwarna merah-putih
Basah dipenuhi air mata kegelisahan
Karena anak cucu terus tersiksa
Terjepit dalam ratapan kehidupan

Tak habis-habis Ibu bertanya:
Mengapa harga pendidikan anak-anak bertambah mahal?
Mengapa anak cucu yang perempuan nekad menjaja harga sebagai TKW perah?
Sementara Tuan dan Bapak berhongkang kaki asyik berkorupsi.
Beronani dengan tangan-tangan jahilnya sendiri.

0 comments:

{ Template Design by Elque 2007 }