Wednesday, September 17, 2008

Tanggapan: Pengalaman Hari Ini: Mengatasi Kemiskinan dengan Menyemir Sepatu

Percikan cerita nyata yang baik. Saya katakan baik, karena dalam cerita Yanti mengandung pelajaran bagi pembaca di Indonesia, bahwa ada nilai yang tinggi yang patut dipelihara terus. Dalam cerita itu si tukang semir sepatu itu membandingkan budaya bangsanya sendiri dengan bangsa Asia, yang di Asia orang-orang muda masih menghormati orang-orang tua, apa lagi orang tuanya sendiri, sedah di negerinya sudah tidak menghormati lagi orang-orang yang sudah tua, yang pernah berjasa bagi anak cucu dan bangsanya.

Namun dengan maraknya globalisasi, ada tendens negatif terhadap perkembangan budaya Asia, khususnya budaya Indonesia, yang dulu masih sangat respek terhadap orang-orang tua. Tetapi sekarang ini tampaknya semakin surut dan mau meniru budaya Barat. Mereka tampaknya beranggapan bahwa apa saja yang datang dari Barat dianggapnya luarbiasa. Sehingga mereka orang-orang muda sudah dianggap wajar sekali kalau meniru budaya Barat. Mereka tidak secara selektif dan menyedari bahwa tidak semua yang datang dari Barat itu patut untuk ditiru.
Misalnya musik, orang muda sudah semakin menjauhi musik tradisionelnya yang sungguh-sungguh mencemaskan, Padahal musik tradisionel seperti gamelan lahir sebelum Masehi dan terbentuk menjadi orkes paling lambat di abad ke 5 dan 6 sesudah Masehi. Bukankah ini suatu karya yang patut dibanggakan? Masih dibidang musik, musik kroncongpun tampaknya kurang disukai, karena musik itu tidak menggerakan pinggang, kaki dan seluruh badan. Jadi ukurannya hanya musik yang dapat menggerakkan patatlah, seperti dangdut, yang sekarang di Indonesia sangat ngetop sebagai tandingan dengan musik pop. Juga musik pop, yang berasal dari Barat ini sangat digemari oleh pemuda-pemudi kita, karena lagu-lagunya tidak "menjemukan" seperti kroncong. Ini berarti bahawa sekalipun pemuda-pemuda kita telah memperoleh pelajaran musik disekolah, namun pengaruh pelajaran disekolah tampaknya tidak positif atau tidak membekas untuk membangkitkan budaya bangsa yang telah diciptakannya dan yang seharusnya menjadi kebanggaan bangsa.
Teruskan menulis mak Yanti.
Salam perkenalan saya
bambang roseno

0 comments:

{ Template Design by Elque 2007 }