Terbakar
Kau bakar aku
Dengan ucapan-ucapanmu
Hati ini kau rebus
Tatkala menyembur kalimatmu
Saat para dara mengerumunimu
Kau seperti seorang raja
Dengan para harem yang bermanja
Di siangmu, di malammu
Rayuan muncul satu-persatu
Ketika kedua waktu bersatu
Kau pun tak sekuat api itu
Membakar, namun cepat mati
Menyerah kepada nafsumu sendiri
Nan cepat berakhir menjadi abu
Di saat-saat keberdayaanmu luput
Kau lirik kembali ke belakang
Bertanya atau sekedar penasaran
Kepadaku yang berada di masa silam
Namun kau pun terusik
Merana dan gelisah
Jika jawabanku tiada juga terucapkan

0 comments:
Post a Comment