Sunday, August 2, 2009

Liburan Universitas di Jerman

Agustus dan September, hingga minggu kedua bulan Oktober, merupakan bulan-bulan yang 'bebas' untuk para mahasiswa Jerman. Mereka berada dalam masa liburan semester musim panas. Berbagai kegiatan pun mereka isi selama masa-masa bebas perkuliahan tersebut.

Setelah melewati bulan Juli nan stres, karena ujian-ujian, kebanyakan para mahasiwa langsung 'melarikan diri' mencari suasana lain: pergi ke luar negeri. Ada yang melakukan magang (Praktikum), melakukan penelitian/riset (Forschung), atau pun hanya berlibur saja tanpa ada kewajiban tertentu yang harus dilakukan (Urlaub).

Namun tentu saja tidak semua bisa berangkat ke luar negeri. Banyak mahasiswa yang terpaksa harus bekerja (jobben) untuk mendapatkan tambahan uang saku. Selain itu, bagi mereka yang harus menyelesaikan program studi B.A (S1) maupun M.A (S2) pada musim panas, haruslah menyelesaikan skripsi dan thesisnya dengan rajin serta disiplin. Jangan sampai masa batas waktu/dead-line terlewati. Bisa repot nantinya!

Tetapi selama musim panas ini bukan berarti universitas tutup sama sekali. Hanya perkuliahan saja yang tidak berlangsung. Sedangkan para staf administrasi - yang tidak sedang berlibur - tetap melakukan tugasnya setiap hari.

Jadi, selama masa-masa liburan perkuliahan, universitas tetap buka.

Hanya saja restoran-restoran murah universitas yang diperuntukkan khusus untuk tempat makan para mahasiswa (disebut dengan istilah: Studenten-Mensa) tutup selama masa-masa liburan ini.

Para dosen tetap (bukan dosen honorer) masih harus bekerja di kantor mereka secara teratur, kecuali yang sedang melakukan riset di luar negeri. Namun tentu saja jam kerjanya fleksibel, boleh menentukan sendiri. Jam kunjungan (office hour) setiap dosen tetap harus berlaku selama masa liburan semester. Jam kunjungan ini biasanya sejam dalam seminggunnya, digunakan untuk jam bicara/appointment dengan para mahasiswa yang ingin berbicara.

Selama liburan musim panas, banyak juga dari para dosen yang mengambil kesempatan berlibur di luar negeri. Mereka dalam setahunnya boleh berlibur sampai 30 hari atau lebih.

Tentunya para dosen tidak begitu saja berangkat tanpa sebelumnya mengisi terlebih dahulu formulir ijin berlibur. Dengan demikian, kalau terjadi apa-apa pihak universitas pun mengetahui. Biasanya hal ini juga berhubungan dengan masalah asuransi. Kalau tidak mengisi formulir ijin liburan tersebut, maka risiko kecelakaan harus ditanggung sendiri!

1 comments:

Mark Philip Stadler said...

Liburan? Saya nggak!:-))

{ Template Design by Elque 2007 }