Wednesday, December 17, 2008

Bush - Shoes - and The President of Dogs

Sebuah Tragedi yang Menggelikan
-------------------------------
Mengapa saya pun masih saja merasa geli dan terkikih setiap mengingat tayangan presiden AS yang hampir pensiun ini dilempari sepatu oleh Muntadar Al-Zaidi, reporter TV Bagdad itu?

Walaupun beberapa kali saya terkikih, sebenarnya kalau dipikir-pikir, kejadian itu tidaklah lucu. Karena peristiwa itu sendiri merupakan simbol luapan kepahitan, ketidakberdayaan, keputusasaan, dan kemarahan kebanyakan warga Irak dan dunia Arab terhadap tingkah laku sang cowboy Texas. Al-Zaidi sendiri sebelumnya telah mengalami hidup pahit, karena merupakan salah satu ex-korban yang telah begitu saja ditangkap dan dijebloskan militer AS ke penjara.

Beberapa Kali Saya pun Ingin Melempar dengan Sandal Rumah
---------------------------------------------------------
Sehubungan dengan peristiwa lempar sepatu ini, saya jadi teringat sendiri akan pengalaman beberapa tahun lalu ketika saya masih berdomisili di AS sampai tahun 2003. Betapa waktu itu hati saya marah terhadap berbagai kebijakan politik luar negeri Bush Jr. di awal-awal masa kepresidenannya. Apalagi di saat dia mulai mempropagandakan perang Afghanistan dan kemudian Irak.

Maka waktu itu setiap saya melihat sang cowboy Texas itu berpidato di layar TV dan mukanya di 'close-up', selalu tak tahan saya melihatnya. Seolah-olah saya sedang melihat muka seekor burung elang! Apalagi TV saya waktu itu cukup gede: 32 inchi. Maka jelas sekali mukanya.

Saking sedang keselnya hati, beberapa kali saya pun waktu itu berpikir: ingin melempar muka sang cowboy yang sedang berpidato di TV itu dengan sandal rumah yang sedang saya pakai!

Tapi niat itu tentu saja tak pernah saya realisasikan. Bukan karena takut ditangkap dinas rahasia AS (he..he), melainkan karena saya merasa tidak tega terhadap TV saya. Alias, tidak tega kalau layar TV menjadi pecah atau rusak. Terlalu mahal!

Nah, yang paling banter saya lakukan adalah: langsung mematikan tv begitu sang cowboy mulai tampak berpidato di layar.


Nasib Bush dan Nasib Al-Zaidi di Dunia Arab
-------------------------------------------
Sejak kejadian dilempar sepatu, GW Bush pun terus-terang bahwa katanya sekarang dia sedang berpikir dalam-dalam untuk membuat 'jokes' dari kejadian yang menimpanya baru-baru ini.

Sementara itu, karena keberanian Al-Zaidi yang dianggap luar biasa, kini banyak masyarakat di dunia Arab menganggapnya sebagai seorang pahlawan yang patut dielu-elukan. Maklum, barangkali dialah satu-satunya dan yang pertama kali dalam sejarah konflik AS-Arab yang telah mampu mengexpresikan kemarahannya secara langsung kepada seorang Presiden AS, secara solo pula, tak melibatkan massa.

Barangkali ada kebanggaan tersendiri pula untuk dunia Arab saat ini, karena Al-Zaidi telah mampu mengexplisitkan simbol asli penghinaan terendah dalam budaya Arab (asli, bukan tiruan!), yakni melempar dengan sepatu.

Katanya di negara-negara Arab memang kemarahan tertinggi disampaikan dengan berkata: 'Awas kutempeleng kamu!', tetapi tanpa embel-embel 'dengan sepatu', karena kalau ditambah kata 'dengan sepatu' berarti sudah merupakan tingkat penghinaan rendah yang serendah-rendahnya.

Di BBC berbahasa Spanyol bahkan saya lihat ada gambar lucu, dua orang anak kecil tetangga Al-Zaidi sedang bermain-main bangga dengan sepasang sepatu lain dari Al-Zaidi, sementara Al-Zeidi sendiri masih ditangan yang berwajib.


The President of Dogs
---------------------
Dunia Arab pun telah memberikan 'jabatan lain' kepada GW Bush yang hampir pensiun itu dengan sebutan 'The President of Dogs'.

Ngomong-ngomong soal jabatan terakhir tersebut, saya ingat tentang berita kematian salah satu anjing milik GW Bush Jr. yang sempat disiarkan resmi oleh White-House-Press pada tahun 2004.

Karena geli dengan berita resmi tersebut, maka saya pun melakukan riset sedikit tentang biography sang anjing yang baru mati itu. Maka lahirlah artikel ringan saya pada tahun 2004 sebagai berikut (ditulis di Peru):


"Keluarga Gedung Putih Berkabung"
---------------------------------

Ini mungkin termasuk bacaan hiburan ringan di tengah gejolak politik tak menentu di banyak negara di dunia dalam memasuki tahun kedua di abad 21 ini.

Syahdan, tersebutlah bahwa Amerika Serikat selain memiliki seorang Presiden dari kalangan manusia, rupanya juga memiliki (atau pernah memiliki) seorang presiden yang berasal dari keturunan binatang anjing.

Pada hari Minggu kemarin, 22 Februari 2004, sang Presiden anjing AS itu pun telah tiada, mati setelah mengalami serangan penyakit stroke beberapa kali. Sang presiden terpaksa harus 'ditidurkan' (dimatikan dengan suntikan), karena di usianya yang sudah tua renta itu kasihan terus menerus dirobohkan penyakit stroke.

Spot 'Spotty' Fletcher, demikianlah nama lengkap sang anjing. Lahir di Gedung Putih (White House) pada bulan Maret 1989. Jadi, tahun ini usianya hampir mendekati
15 tahun. Kalau dibandingkan dengan manusia, usia ini sama dengan usia orang lanjut usia, yaitu 105 tahun.

Demikianlah kata orang, usia anjing harus dikalikan tujuh sebagai perbandingan dengan usia manusia.

Tentunya Spot bukanlah anjing pertama yang tinggal di Gedung Putih. Tetapi Spot adalah satu-satunya anjing milik seorang Presiden Amerika Serikat yang dilahirkan
di Gedung Putih. Sebenarnya saudara-saudara sekandung Spot ada lima, tetapi Presiden Bush Junior dan The First Lady, Laura Bush, hanya mengadopsi Spot.

Spot lahir di jaman Presiden Bush Senior berkuasa sebagai Presiden AS. Dilahirkan sebagai seekor anjing betina oleh seekor 'Mama anjing' bernama Millie,
anjing kesayangan Presiden Bush Senior dan isterinya, Barbara Bush.

Nama Spot sendiri diambil dari nama seorang bekas pemain baseball 'Texas Rangers', Scott Fletcher. Maklum Presiden George W. Bush adalah seorang penggemar fanatik olah raga baseball.

Selama masa hidupnya, Spot Bush sering mendampingi Presiden W. Bush di kediamannya (ranch) di Texas dan Camp David. Juga Spot selalu menyambut Presiden Bush
setiap kembali ke Gedung Putih dari perjalanan dinasnya. Naik turun helicopter presiden maupun pesawat jet 'Air Force One' sudah terbiasa bagi Spot.

Spot tidak sendirian selama hidup di Gedung Putih mendampingi Presiden AS ke 43 ini. Temannya, Barney, merupakan teman sepermainnya yang masih muda, baru berusia 3 tahun (atau usia 'remaja', 15 tahun). Demikian pula India, seekor kucing, berada di sekitar
Spot. Tapi tidak diketahui, apakah India dan Spot sendiri suka bermain bersama, seperti halnya Spot dan Barney.

Dikabarkan bahwa hanya Spot dan Barney inilah yang menjadi saksi di bulan Januari 2002 ketika sang pemiliknya, Presiden George W. Bush, jatuh pingsan sebentar karena keselek makanan kecil 'pretzel' yang asin dan keras itu. Tak ada makhluk atau manusia
lainnya di ruangan Presiden Bush ketika hal itu terjadi. Presiden Bush mengakui hal itu terjadi di Gedung Putih ketika makanan pretzel menemaninya menonton pertandingan olah raga American Football di televisi.

Presiden Bush dan Laura Bush serta keluarga besar Bush sangat sedih dan merasa kehilangan dengan kepergian Presiden Spot Spotty Fletcher. Demikian disampaikan oleh pihak Gedung Putih dalam pengumumannya.

-Yanti-
Lima, 23 Februari 2004

0 comments:

{ Template Design by Elque 2007 }