Masih Banyak Cerita Berceceran di Sana
Rabu, 1 Oktober 2008. Hari Lebaran Idul-Fitri 1429 H. Berbarengan dengan anniversary kejadian 1 Oktober 1965 atau kejadian 30-S-1965. Aku tidak tahu, bagaimana 30 September atau 1 Oktober dirayakan di Indonesia. Yang jelas Lebaran pasti ramai dirayakan. Aku tak tahu, apakah kebenaran dari kejadian 30 Sept. atau 1 Oktober 1965 masih dipertanyakan dan didiskusikan khalayak di Indonesia pada saat lebaran terakhir ini.
Namun aku berada di Belanda. Setidaknya di hari itu aku diingatkan kembali akan cerita lama, 43 tahun, yang bagaikan hampir dilupakan bangsanya sendiri. Ada semilir angin baru yang sebelumnya tiada pernah kudengar. Langsung dari si sumber berita. Aku berkenalan dengan banyak ex-exil yang dulu terhalang pulang. Aku bertemu banyak anak cucu mereka yang masih banyak menyimpan cerita. Ternyata masih banyak cerita yang berceceran. Belum disampaikan, didengarkan, apalagi disusun dalam dokumentasi resmi. Aku terus hendak berburu. Aku terus hendak menggali. Cerita mereka yang cukup menyedihkan. Cerita mereka yang sangat mengharukan. Cerita mereka yang masih tersembunyikan. Masih banyak cerita yang masih digenggam erat oleh yang memiliki cerita. Karena terlalu pahit untuk diungkapkan. Terlalu pedih untuk dituliskan. Namun suatau hari, kuharap cerita-cerita itu akan menguak pula. Untuk didengarkan, didiskusikan, diresapi, dan dipelajari.
Pak Sarmadji bilang: Kepedihan Adalah Sumber Kekuatan!
(Bonn, Okt. 2008)

0 comments:
Post a Comment