Nyanyian Seorang Ibu Yang Mengandung
Bagai air sejuk memercik di pandang tandus
Setiap kurasa usikanmu
Kau yang sedang bersembunyi
Tanda apa yang hendak kau beri?
Sampaikah setiap bisikan suaraku?
Kau dengarkah setiap ucapan do'a bundamu?
Yang kusampaikan dalam keheningan
Agar kau tak merasa sendirian
Cepatlah besar permata hatiku
Bukalah suara jangan ragu
Berikan bunda tanda yang nyata
Jika kau hendak lihat dunia
Bukannya aku tak rela
Lama menggendongmu
Bukannya aku keberatan
Siang malam memangkumu
Justru tak terperi kebahagiaan ini
Bisa bersamamu kemana pun pergi
Tapi, betapa kami menanti
Setiap jam dinding berdetik
Hendak menatap wajahmu yang bercahaya
Halus, putih, tiada bernoda
(Yanti, Amherst/USA, 1995)
Terinspirasi oleh para perempuan yang sedang hamil, pada tahun 1995 saya menulis sebuah puisi tentang mereka. Ditulis dalam dua bahasa, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Puisi ini kemudian dimuat di majalah "Mother Tongue", edisi Spring 1995,Vol. 2 No. 1.
"Mother Tongue" adalah sebuah majalah sastra yang diolah para mahasiswa jurusan Comparative Literature, University of Massachusetts (UMass at Amherst). Sebuah proyek yang digagas dalam rangka menampung karya sastra para mahasiswa internasional di UMass yang ingin menulis karya mereka dalam bahasa ibu mereka masing-masing. Disertai pula dengan versi terjemahannya dalam Bahasa Inggris, karena majalah dipublikasikan untuk dibaca secara luas oleh komunitas civitas academica di seluruh kampus UMass.
Kebetulan pula hari ini saya mendapat kabar dari salah seorang teman baik saya, seorang Indonesia yang sedang berdomisili di Lima/Peru, yang mengabarkan bahwa ia pun sedang mengandung, menginjak minggu ke-11. Dengan turut berbahagia, puisi ini pun saya tuliskan kembali dan saya persembahkan khusus untuk teman baik saya itu.
Seiring pula dengan harapan saya, bahwa para calon tunas bangsa yang akan dilahirkan, selama hidupnya nanti bisa turut mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia dan mudah-mudahan para tunas bangsa ini sudah tidak mengalami lagi era mekarnya korupsi dan kemunafikan-kemunafikan dalam politik praktis di Indonesia.

0 comments:
Post a Comment