Wahai Irama
Saat melodi mulai kau mainkan
Dengan lincah jemarimu mencipta lantunan
Seakan hendak mengubur kegelisahan
Dan mengoyak kepekaan
Tiada kata terucap
Hanya gordeng jendela
Yang menari samba
Dari belakang
Kutatap punggungmu
Yang hampir lagi tiada kukenal
Kuberdiri tegak menahan campuran rasa
Melodimu indah menusuk raga
Merasuk lubuk memikat sukma
Wahai komponis senja
Kau tetap memikat bagai sang Arjuna

0 comments:
Post a Comment