It has given me a hope!
Kunjungan di Kalbar, Sebuah Pengalaman Istimewa
Kalau misalnya Tuhan YME nanti memberi saya usia sekitar 80 tahunan, maka kunjungan saya ke Kalimantantan Barat di pertengahan Januari 2008 kemarin itu baru saya alami di setengah usia saya. Mengapa lama sekali saya harus menunggu? Mengapa tidak dari dulu saya kunjungi provinsi yang istimewa ini?
Adalah suatu keistimewaan yang tiada terkira bahwa koran Borneo Tribune telah membuka sebuah peluang yang begitu terbuka kepada saya. Satu minggu melanglangbuana di berbagai tempat, mulai dari kabupaten Sambas, Singkawang, Mempawah, dan Pontianak, adalah sebuah petualangan yang bagaikan dalam mimpi.
Sebagai seorang yang lahir dan dibesarkan di Pulau Jawa, kunjungan dan petualangan di Kalbar telah semakin membuka mata saya dan menyadarkan saya bahwa Indonesia ini memang besar, kaya, dan istimewa.
Namun bersamaan dengan itu, kunjungan Kalbar ini juga semakin memberi tantangan kepada saya untuk terus turut serta menyelamatkan hutan dan segala sumber alam Indonesia yang nilainya tak bisa ditukar dengan sekedar nilai uang. Sebuah tantangan lain juga yang saya rasakan adalah untuk terus menyadarkan masyarakat dan pemerintah bahwa masalah sampah adalah masalah bersama. Walaupun kawasan Kalbar relatif lebih bersih (terutama kalau dibandingkan dengan di P. Jawa), namun tanpa koordinasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, persoalan sampah di pinggir-pinggir jalan dan sekitar kali-kali di perkotaan Kalbar tak mungkin bisa teratasi dalam jangka panjang.
Kunjungan di Kalbar juga semakin menancapkan kesadaran saya bahwa kawasan alam Amerika Serikat, Eropa, maupun Amerika Latin yang pernah saya diami itu tak memiliki arti apa-apa kalau dibandingan dengan kekayaan alam di negara kita tercinta, Indonesia.
Petualangan Kalbar terasa lebih istimewa dirasakan, karena ada sesuatu yang juga bisa saya kontribusikan
kepada masyarakat yang ramah-tamah ini. Walaupun hanya sebatas diskusi sharing pengalaman dan waktu yang saya punya hanya seminggu. Dalam waktu yang singkat itu saya melihat sesuatu yang memberi harapan. It has given me a hope!
Sebuah harapan karena mereka, mulai dari para pejabat sampai anak-anak sekolah, telah dengan kompak dan antusias melibatkan diri dalam acara diskusi lingkungan hidup. Saya yakin, ke depannya semua lapisan di Kalbar akan menjadi pagar betis dalam menjaga hutan dan sumber alam di sekitar mereka.
Tentunya terima kasih yang tak terhingga saya sampaikan kepada Pemimpin Redaksi harian Borneo
Tribune, Mas Nur Iskandar, yang telah berhasil mengkoordinasi kegiatan pencerdasan rakyat di bidang
lingkungan hidup ini dengan sukses. Saya seperti dimanja, sehingga betah sekali di Kalbar. Bahkan badan saya naik beberapa kilo karena dijamu terus dengan hidangan makanan yang enak!
Rasa salut saya sampaikan kepada seluruh jajaran pejabat di Kalbar, pihak Rektor dan komunitas kampus
UNTAN, berbagai pemancar radio, serta masyarakat Kalbar yang telah mefasilitasi kegiatan Road Show
diskusi Lingkungan Hidup yang manfaatnya terutama memang ditujukan khususnya untuk Kalbar.
Last but not least, kepada seluruh crew koran Borneo Tribune dan pihak keluarga Mas Nur Iskandar (Mbak
Andi, Ocha dan Nada), dan teman-teman yang baru saya kenal: Muchas Gracias telah turut mendampingi
petualangan mensukseskan program diskusi lingkungan hidup di Kalbar!
Semoga kita berjumpa lagi dengan segera dalam kegiatan lingkungan hidup lainnya yang lebih besar dan
bermanfaat! Schoene Gruesse aus Bonn. ■

0 comments:
Post a Comment