Diskusi Jurnalisme Lingkungan Bersama Yanti Mirdayanti di Rektorat Untan
by Nur Iskandar
Road show diskusi jurnalisme lingkungan yang digelar Borneo Tribune sudah dilaksanakan di tiga kabupaten. Meliputi Sambas, Singkawang dan Kabupaten Pontianak. Hari ini rencananya kegiatan tersebut akan digelar di Lantai Dua Rektorat Untan.
Sebelumya direncanakan di Borneo Tribune, namun untuk mengantisipasi membludaknya peserta maka dipilih Rektorat Untan. Tentu saja dengan bekerja sama dengan pihak rektorat, FLEGT dan sejumlah pihak. Diskusi digelar mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Pemanasan global, deforestasi, social forestry dan disaster bukan hanya persoalan di tingkat elit. Insan pers menjadi pilar untuk membuka kesadaran publik tentang pentingnya pelestarian lingkungan, menggugah kesadaran masyarakat tentang tanggung jawab memelihara lingkungan, sehingga sustainable dan lestari.
Tujuan kegiatan Roadshow Diskusi Lingkungan Hidup kerjasama antara Borneo Tribune, Tribune Institute dan EC-Indonesia FLEGT Support Project untuk menarik minat publik terhadap isu lingkungan hidup sebagai salah satu fokus pembangunan. Peserta dibatasi 30-50 agar efektif dan efisien dalam proses knowledge sharing.
Yanti Mirdayanti adalah freelancer Borneo Tribune yang kini berdomisili di Bonn, Jerman. Ia berpengalaman sebagai aktivis dan travel writer selain Jerman, juga AS, dan Peru. Ia kini bekerja untuk Duetche Welle.
Pengetahuan bidang lingkungan didapatkan Yanti Mirdayanti selain reportase jurnalistik, juga mendampingi suaminya yang bertugas di badan pertanian PBB (FAO) dan berkantor cabang di Bonn.
Perbandingan isu lingkungan hidup antara Jerman (Eropa), AS, Peru dan Indonesia adalah sangat menarik untuk didiskusikan. Bagaimana jurnalis di masing-masing negara menyikapinya? Bagaimana respon masyarakat di masing-masing negara serta output peraturan yang meregulasinya adalah sangat menarik untuk kajian diskusi jurnalisme lingkungan.
Peserta diskusi adalah aktivis lingkungan hidup, pelajar, mahasiswa, pendidik, wakil rakyat, pemerintah maupun tokoh masyarakat.
Diskusi menggunakan waktu 2-3 jam dan hasil diskusinya diekspose ke media agar terjadi kelas belajar yang lebih besar.
Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Borneo Tribune, Tribune Institute dan EC-Indonesia FLEGT Support Project. Borneo Tribune adalah media cetak yang menegaskan diri pada bidang pendidikan dengan fokus edukasi termasuk upaya bagaimana menyelamatkan lingkungan hidup Kalimantan (Borneo) dari ancaman kepunahan.
Tribune Institute adalah lembaga non profit milik Borneo Tribune yang bergerak di bidang pelatihan dan pengembangan. Meningkatkan skill dan mutu jurnalisme di Kalimantan.
EC-Indonesia FLEGT Support Project adalah lembaga yang memerangi praktik illegal logging salah satu tema sentral penyelamatan lingkungan di Indonesia dengan mendorong perdagangan kayu legal. Lembaga ini didonasi oleh masyarakat Uni Eropa.
Road Show Diskusi Jurnalisme Lingkungan Hidup masing-masing di Singkawang, Sambas, Mempawah dan Kota Pontianak. Diharapkan wilayah Pantai Utara menjadi support system bagi penyelamatan lingkungan hidup di Kalbar. Pada lain kesempatan akan digarap roadshow pada wilayah Timur Kalbar.(publish in Borneo Tribune, 19 Januari) Foto: sebagian peserta foto bersama seusai diskusi di Gedung DPRD Kabupaten Pontianak, Kota Mempawah, 80 km dari Kota Pontianak. 2008).

0 comments:
Post a Comment